Sunday, 29 March 2015

Mahasiswa tingkat 3 semester genap


Jadi begini rasanya mahasiswa tingkat tiga semester genap??
NANO NANO! *campur aduk*
Ada satu situasi dimana, semakin bertambahnya jumlah semester maka semakin merasa bahwa gue salah jurusan.
Ada situasi dimana gue merasa MUAK dengan tugas-tugas perkuliahan yang gak kira-kira.
Ada situasi dimana gak ada lagi dosen yang baik hati memberikan nilai A pada mahasiswanya, yang ada malah C atau D bahkan E. *kemudian bunuh diri karena IP semakin menurun* #okeituresponyangberlebihan
Bahkan ada satu titik kejenuhan dimana bukan hanya harus mikirin tugas-tugas dari matakuliah yang biasa-biasa aja. Tapi harus bergumul dengan praktikum-praktikum, bahkan sudah harus mulai memikirkan kerja praktek dan harus sering-sering tatap muka sama dosen pembimbing. AHELAH! *kemudian cuti kuliah. Eh tapi gak jadi soalnya baru sadar udah bayar uang semester, bayaran yang makin bertambah jumlah semesternya maka makin mahal juga bayaran semester*

Masuk zona tingkat tiga semester genap ini emang paling perih.
Gak ada lagi mata indah. Gak ada lagi kepedulian terhadap penampilan. Gak ada lagi bobo cantik. Gak ada lagi kepedulian untuk kepentingan bersama. Eh! Kalo yang terakhir masih lumayan ada sih. Tapi yah gak seperti waktu tingkat satu semester awal. Gak ada lagi hal-hal seperti itu, yang ada hanya..
Waktu tidur yang tidak beraturan. Waktu makan yang semakin memburuk. Keadaan uang yang menipis. Persaingan. Keegoisan. Ketidakpedulian, dan lain sebagainya..
GUE RINDU WAKTU SMA DAN RINDU SAAT KULIAH TINGKAT 1. HANYA RINDU KULIAH SAAT TINGKAT 1!!!!
Rindu mata yang indah, waktu tidur yang awesome, dompet yang tebal akan uang tabungan selama seminggu/sebulan/setahun. Ya, mahasiswa tingkat 3 atau bahkan tingkat akhir mana bisa dompetnya terisi penuh dengan uang, yang ada malah kamarnya penuh akan kertas-kertas hasil coretan dosen pembimbing.
Dan gue sangat rindu dengan moment ngumpul bareng maba-maba polos temen SMA atau temen kampus waktu tingkat 1.
Entah kenapa, gue sangat teramat menyesal dan kecewa saat waktu smp-sma sering banget nonton sinetron atau ftv dengan cerita di dunia perkuliahan. Gue salah satu korban yang merasa terbodohi dari cerita-cerita yang ada, karena...
Di film hanya ada kesenangan dan kebebasan dalam dunia perkuliahan. Nyatanya?
Hanya mahasiswa yang mau lulus minimal 7 tahun bahkan belasan atau puluhan tahun dengan kegiatan bersenang-senangnya dan kebebasannya dalam dunia perkuliahan.
Tapi kalo ada mahasiswa yang hanya mementingkan kesenangan dan kebebasan, bukan mementingkan lulus tepat waktu itu ada mahasiswa yang luar biasa. Luar biasa punya banyak uang dan waktu, kayaknya. Iya, kayaknya..
Menurut gue, waktu tingkat 3 semester genap sampai tingkat akhir adalah waktu paling parah.
Karena kebanyakan mahasiswa akan menyampingkan beberapa hal yang harus diprioritaskan dalam hidupnya. Banyak orang yang semakin bertambahnya umur akan semakin lebih mengutamakan kepentingan duniawi saja yang tujuannya untuk menyenangkan hidup kita. Hanya menyenangkan hidup yang sifatnya hanya sementara. Hidup di dunia jangan cuma untuk menyenangkan nafsu dunia! Kita juga harus bisa menyenangkan hati-Nya dengan mengutamakan Dia dari segala hal yang ada di dunia ini. ANJASSSSSSS! Jika kita mengutamakan Dia maka Dia akan memberikan yang terbaik bahkan menyediakan semua kebutuhan kita. Jangankan cuma bikin seorang mahasiswi semacam gue lulus tepat waktu! Dia bisa kasih lebih dari yang kita harapkan, seperti lulus dengan nilai terbaik, dapet pekerjaan yang layak bahkan diberikan jodoh. Intinya cuma satu..
BERSERAH!
yuk boleh komen gimana perasaan kalian yang memasuki dunia perkuliahan? AJIB KAN? *kemudian ketawa PUAS*

2 comments:

Isnaeni Candra Kusumaningtias said...

Kalo aku sih masih bisa cantik 😜😜😜😜😜

Isnaeni Candra Kusumaningtias said...

Kalo aku sih masih bisa cantik 😜😜😜😜😜