Wednesday, 14 August 2013

Rumah Tua

Disebuah perkampungan, tepatnya di daerah Bogor terdapat rumah tua tak berpenghuni sekitar 25 tahun. Keadaan rumah itu sudah jelek dan tidak pantas menjadi tempat peristirahatan. ‘Jelek. Kotor. Horor.’ 3 hal itu yang ada dipikiranku setelah melihat rumah tua itu. Aku membayangkan jika menempati rumah itu ‘apakah aku dapat tidur dengan nyenyak?’.
Keluargaku selalu pindah-pindah rumah kontrakan, dikarenakan belum mempunyai uang yang cukup untuk membeli sebuah rumah. Selama menempati rumah kontrakan, orangtua aku selalu menyisipkan uangnya dan menabung untuk membeli rumah. Sampai akhirnya, uang terkumpul dan orangtua aku menemukan rumah yang pas untuk disinggahi, yaitu rumah tua yang kuceritakan sebelumnya. Sebelum melihat rumah tua itu, aku telah membayangkan bahwa rumah yang dipilih orangtuaku itu yang terbaik. TERNYATA?! Sama sekali berbeda dengan semua yang aku pikirkan tentang rumah baru itu.
Dalam perjalanan pulang setelah melihat calon rumah baru ku itu, aku bertanya kepada ibu. “Bu, itu beneran rumah yang akan kita tempati?” - tanyaku. Ibu menjawab “iya nak, maaf yah jika rumahnya kurang nyaman.”. “rumah itu sudah tua dan sangat seram bu.” - ujarku sambil melihat jalan diperkampungan yang sudah mulai larut malam. “nanti kalo udah punya uang lebih, kita perbaiki sedikit-demi-sedikit.” – sahut bapak. Aku pun tak bisa membantah lagi dan hanya bisa terdiam.

Thursday, 1 August 2013

Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak

Secangkir Kopi adalah teman gue dipagi hari, bahkan malam hari. Yup! Gue suka banget minum kopi. Karena ketika gue menikmati secangkir kopi, gue merasa tenang. Gue suka kopi, dan gue udah nyobain berbagai jenis kopi dari berbagai merk. 
Tapi belum ada yang pas di hati. *ini bukan soal cinta, tapi soal rasa* 
Sampai akhirnya, gue menemukan Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak yang pas untuk dinikmati. Jadi, begini ceritanya...
Pagi hari, nyokap gue membuat secangkir kopi dan saat itu gue masih tertidur lelap. Entah apa yang gue hirup, hal itu yang membuat gue terbangun. Akhirnya gue keluar dari kamar, menuju meja makan, dan ternyata nyokap bikin kopi. Tanpa disadari, gue menghabiskan kopi itu. Beberapa menit kemudian nyokap nanya "loh? kok kopinya habis?!" dan gue hanya menjawab "emang kopi apa itu?". Nyokap membalas "kopi GoodDay! kamu yang minum?" gue hanya membalasnya dengan senyuman. Pokoknya akhir dari cerita itu, nyokap gue marah dan setiap dia bikin kopi pasti langsung bawa kopi itu atau di simpen diam-diam.
Padahal aroma kopi Good Day khas dan bisa terdeteksi oleh hidung gue. *heheh
Entah kenapa gue jatuh cinta sama aroma dan rasa dari Kopi Good Day itu. Sampai sekarang, gue selalu menikmati kopi Good Day di pagi atau malam hari. Nilai plus buat Good Day, yaitu Kopi Instan & Cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak gak hanya bisa dinikmati saat panas/hangat, tapi bisa dinikmati saat dingin, yah.. sesuai selera kita aja.
Menurut gue PT Santos Jaya Abadi yang memproduksi kopi GoodDay itu kreatif, karena perusahaan dapat mempromosikan product tersebut dengan kreasinya. Contoh: Iklan yang gokil, keren dan kreatif. Bukan cuma iklan, Good Day selalu mengadakan competition. Gak tau kenapa, gue bangga bisa jadi penikmat kopi GoodDay. Sedikit cerita kebanggaan gue bersama GoodDay.