Monday, 27 October 2014

Kamu orang baru setelah dia pergi

CUKUP!
Sudah cukup dengan moment dimana suka sama seseorang dan ternyata dia lebih respect ke teman/sahabat sendiri.
Solusinya biar harapan kamu sama dia gak dirampas sama temen/sahabatmu sendiri adalah JANGAN BILANG TENTANG PERASAAN KAMU ITU KESIAPAPUN!
Oke! Mungkin kamu akan bilang, sahabat itu kan harus tau suka-duka kita. Iya, kalo dia nganggep kamu sahabat. Kalo dia malah nganggep kamu hanya temen sepermainan dan semuanya rahasia kamu ternyata sudah tersebar pula dengan teman sepermainanmu lainnya, gimana?
Bilang ke teman/sahabatnya nanti-nanti aja. Kalo kamu udah bener-bener deket sama dia atau bahkan udah jadian sama dia. Eh tapi! Deket aja gak cukup, bisa aja dibelakang temen/sahabat kamu lebih deket sama dia dibanding kamu.
Jangan bilang tentang perasaanmu itu kesiapapun, tapi ada kecualinya loh!
Kecuali Tuhan dan orangtua.
Kenapa Tuhan?
Iya. Karena Dia tau segala-galanya tentang kita walaupun kita selalu menutupinya segimanapun. Misalnya kamu cerita sama Tuhan pun melalui doa, pasti Tuhan akan bantu mendekatkanmu dengan dia walaupun apa yang Tuhan berikan terkadang tidak sesuai dengan harapanmu. Nikmatilah! Semua akan indah pada waktunya. Berdoa sama Tuhan itu penting apalagi untuk urusan masa depan. Mintanya jodoh buat masa depan yah! Jangan minta pacar yang cuma buat main-main!
Kenapa Orangtua?
Karena mereka yang mendidik dan membesarkan kita. Mereka juga harus tau pasangan yang cocok buat anaknya, entah pacar atau pendamping hidup. Minta saran sama mereka kalo kamu suka/sayang/cinta sama seseorang, pacaran sama seseorang, ditembak *ditembak pakai cinta yah bukan peluru* sama seseorang, atau bahkan dilamar sama seseorang. Mungkin ada orangtua yang bilang “terserah kamu kalo mau sama dia, kamu yang ngejalaninnya ini kok.” Itu tandanya bukan tidak peduli tapi mereka sudah kasih kepercayaan sama kamu dan kamu harus jaga kepercayaan itu. Jangan sampai bikin mereka kecewa yah, hanya karena apa yang kamu inginkan bertolak belakang dengan keinginan orang tua.
OKE! CUKUP!
Hampir setahun kehilangan orang yang disayang (bukan pacar sih tapi gebetan). *apa atuh gue mah gak punya mantan pacar tapi mantan gebetan banyak* Perasaan itu perlahan hilang, karena aku tak pernah melihat senyumnya, tingkahnya bahkan tak mendengar suaranya. Namun perasaan “Jatuh Cinta” itu muncul lagi dengan orang yang berbeda, entah hanya suka karena mengaguminya atau karena sayang. Entahlah..
Aku tidak tau apakah perasaan ini akan tetap konsisten pada orang yang baru atau akan kembali kepada dia yang telah hilang. Kini sekarang, aku sedang jatuh cinta dengan dia orang yang baru setelah kepergianmu.
Dia adalah orang yang sangat jauh dari harapanku. Dia yang kalem atau bisa dibilang stay cool kali ya, sedangkan orang yang kuharapkan bisa dibilang hyperactive karena imajinasi yang nantinya akan menghasilkan sebuah karya (kreatif). Pokoknya akhir-akhir ini aku selalu memandangi tingkahnya. Walaupun gak sesuai dengan kriteria cowok idaman ku, mata ini terus menatapnya. Kita memang jarang bertemu, tapi aku gak mau menyia-nyiakan moment ini. Moment untuk memandangimu selalu, aku hanya bisa berbuat seperti itu karena aku tidak bisa seperti wanita lainnya yang bisa menarik perhatian seorang pria. Aku hanya bisa meluapkan semua perasaanku melalui rangkaian kata ini..
Sekian..