Monday, 29 June 2015

CINTA MEMANG BUTA

Mencintai diam-diam dan menunggu seseorang yang tak pasti, itu adalah hal yang paling teramat bodoh dan hanya buang-buang waktu saja. Mencintai diam-diam adalah salah satu pilihan Marcella, dia bertahan untuk mencintai Nathanael secara diam-diam selama 8 tahun sejak duduk di bangku kelas 1 SMP. *hmmm.. mungkin kalo ada award “memendam perasaan terlama” Marcella bisa memenangkannya* hahah GILLLLLAAAAA! 8 Tahun coy! Awalnya Marcella hanya mengira
perasaan itu hanya mengagumi dari jauh. Tapi makin lama tanpa disadari Nathanael, Marcella pun sangat mengenal Nael secara sendiri. Dia semakin kenal bukan karena selalu ingin tahu tentang Nathanael, tapi ada saja informasi yang didapatkan olehnya dari banyak orang. Cella sangat bahagia, senang, semangat dan perasaan terbaik lainnya yang timbul ketika memikirkan, melihat dan bersama dengan Nael. Lama kelamaan, perasaan itu bukan lagi sekedar mengagumi dari jauh tapi sayang dan cinta, walau hanya dinikmati oleh Cella seorang.
 Pada akhirnya sampai pada satu situasi dimana Cella kehilangan kebahagiaannya, keceriaannya, bahkan semangatnya. Bukan karena Nael telah tiada (meninggal) loh, tapi karena Nael pergi ke sebuah negeri yang jauh disana. Cella mulai gelisah karena dia semakin jauh dan semakin tidak mengetahui apa-apa tentang Nael. Mulai ada rasa penyesalan yang timbul dalam diri Marcella ketika mencintai diam-diam seperti itu. Saat hampir dua tahun terakhir Nathanel pergi ke negeri yang jauh disana dan akhirnya kembali ke tanah air, Nael sudah tak lagi sendiri dan telah ada pemiliknya. Apa lagi yang harus dilakuin Marcella jika sudah seperti itu? Dia hanya bisa menangis dan bahkan tidak mengerti alesannya menangis karena apa? padahal sebenernya dia sangat bahagia bisa melihat senyumnya lagi setelah lama tak berjumpa dengan Nael. Dalam hati Marcella berkata "bullshit kalo ada orang yang ngomong aku bahagia kalo ngeliat kamu bahagia sama dia!" Masalah hati ke depannya gak ada yang tau, karena Cella juga gak tau harus berbuat apa. Tapi apa yang bisa membuat seseorang bertahan sampai sebegitunya, hanya untuk mencintai seseorang yang tidak pasti? Huft.. Entahlah.. cinta memang buta! Sampai-sampai tidak bisa memilih mana yang pasti dan yang tidak pasti atau mungkin.. sesuatu yang pasti itu dipaksakan untuk tidak pasti karena kita yang mencintai seseorang hanya berdiam diri saja dan lebih memilih untuk membungkam perasaan itu. Itu pilihan sih, dan apapun resikonya harus diterima. Siapa suruh mencintai diam-diam?

Saturday, 23 May 2015

Bertahan Mengejarnya

Sampai kapan akan terus begini?
Berlari untuk mengejar kamu, sesuatu yang belum pasti.
Bahkan ketika aku mencoba BERLARI sekuat tenaga dan mulai akan menggapaimu, seketika itu juga aku TERJATUH. Sakit. Tapi entah mengapa aku dapat menahan rasa sakit itu dan kemudian BANGKIT untuk BERLARI KEMBALI mengejarmu. Kejadian ini gak berlangsung hanya sekali. Bahkan sampai berkali-kali. Saat itu ada pertanyaan yang terlintas dalam pikiranku, 

Sunday, 29 March 2015

Mahasiswa tingkat 3 semester genap


Jadi begini rasanya mahasiswa tingkat tiga semester genap??
NANO NANO! *campur aduk*
Ada satu situasi dimana, semakin bertambahnya jumlah semester maka semakin merasa bahwa gue salah jurusan.
Ada situasi dimana gue merasa MUAK dengan tugas-tugas perkuliahan yang gak kira-kira.
Ada situasi dimana gak ada lagi dosen yang baik hati memberikan nilai A pada mahasiswanya, yang ada malah C atau D bahkan E. *kemudian bunuh diri karena IP semakin menurun* #okeituresponyangberlebihan
Bahkan ada satu titik kejenuhan dimana bukan hanya harus mikirin tugas-tugas dari matakuliah yang biasa-biasa aja. Tapi harus bergumul dengan praktikum-praktikum, bahkan sudah harus mulai memikirkan kerja praktek dan harus sering-sering tatap muka sama dosen pembimbing. AHELAH! *kemudian cuti kuliah. Eh tapi gak jadi soalnya baru sadar udah bayar uang semester, bayaran yang makin bertambah jumlah semesternya maka makin mahal juga bayaran semester*

Saturday, 14 March 2015

Rindu yang terus menghantui

Kepergianmu yang membuat semuanya suram dan tak tau harus bersandar pada siapa.
Aku memang bukan siapa-siapanya kamu. Tapi tanpa kamu sadari, mataku dan hatiku ini selalu tertuju padamu walaupun dari kejauhan. Ada kebahagian ketika aku ada disekitarmu, namun ada juga kepedihan. Perih rasanya ketika aku tau bahwa kamu pun menunggu orang lain.
Aku memang bodoh karena menunggu orang, yang bahkan orang itu tidak tau perasaanku dan menunggu orang lain juga. Tapi ini semua sudah terlanjur.. aku terlanjur mencintaimu~

Tuesday, 3 March 2015

Tuhan besertaku

Disaat perkuliahan dimulai.
Disaat matakuliah semakin sulit untuk dimengerti.
Disaat praktikum dimulai dan gak sesuai ekspektasi.
Disaat saya merasa makin salah jurusan.
Disaat kelompok dicampur dengan rasa ketidakpuasan.
Disaat diri sendiri juga mengandalkan pikiran sendiri.

DISITU KADANG SAYA MERASA SEDIH!

PERIH!

Tapi saya percaya bahwa Tuhan beserta dengan saya dan saya harus..
Bersyukur, karena ini semua sudah rencana Tuhan.
Sukacita, karena gak semua yang diinginkan itu tercapai.
Semangat yang membuat kita 'lepas' dalam menjalankannya.
Berdoa, supaya Tuhan mengatur atas hidup kita dan..
Berserah semuanya pada Tuhan.

Karena saya gak ada apa-apanya tanpa Tuhan.

Thanks God for all.