Saturday, 23 May 2015

Bertahan Mengejarnya

Sampai kapan akan terus begini?
Berlari untuk mengejar kamu, sesuatu yang belum pasti.
Bahkan ketika aku mencoba BERLARI sekuat tenaga dan mulai akan menggapaimu, seketika itu juga aku TERJATUH. Sakit. Tapi entah mengapa aku dapat menahan rasa sakit itu dan kemudian BANGKIT untuk BERLARI KEMBALI mengejarmu. Kejadian ini gak berlangsung hanya sekali. Bahkan sampai berkali-kali. Saat itu ada pertanyaan yang terlintas dalam pikiranku, 
“Kenapa gak teriak aja sekencang-kencangnya biar dia mendengar dan menoleh kebelakang bahwa ada kamu yang mengejarnya?” Tapi pada akhirnya aku tidak melakukan hal itu, karena aku tau bahwa kamu pun sedang mengejar orang lain dengan berjuang sekuat tenaga. Aku gak tau, apakah berlarinya kamu dan berlarinya aku sama? Sama untuk mengejar cinta? Hmmm... Aku tidak terlalu pandai untuk memahami apa yang kamu lakukan itu. Namun ada bedanya berlarinya kamu dan berlarinya aku.
Aku berlari untuk mengejarmu. Sedangkan kamu berlari untuk mengejar dia yang bahkan sempat kamu dapatkan. Walaupun kemudian kamu kembali mengejarnya karena dia lepas dari genggamanmu karena sesuatu hal. Tidak banyak hal yang aku lakukan setelah mengetahui bahwa kamu mengejar orang lain. Bahkan bisa-bisanya aku tetap bertahan berlari mengejarmu lagi.. dan lagi..
Namun ada waktu dimana aku sempat memperlambat langkahan kakiku untuk mengejarmu karena kamu tak kunjung menoleh kebelakang dan aku sudah terlalu lelah. Sampai akhirnya kamu mulai tak terlihat lagi dan aku mulai berpaling pada jalur lain untuk berjalan santai mencari-cari cinta itu dari yang lain. Tapi semua jalur itu pada akhirnya kembali kearahmu. Ketika aku melihatmu lagi, aku mulai kembali mengejarmu sekuat tenaga. Namun saat itu ada yang beda. Kamu sedang tidak berlari, tapi kamu sedang berjalan santai sambil menggenggam tangan seorang wanita. Dan wanita itu berbeda dengan wanita yang kamu kejar dulu. Lagi-lagi aku terjatuh karena langkahan kakiku yang udah tidak beraturan dan saling berbenturan. Kali ini aku beda, karena aku tidak segera bangkit. Tapi aku berhenti sejenak dan menangis karena tidak kuat menahan perihnya luka yang timbul. Aku terlambat dan menyesal.

Seharusnya waktu itu aku tidak memperlambat langkahan kakiku. 
Seharusnya waktu itu, aku tidak keluar dari jalan itu dan mencari-cari yang lain. 
Seharusnya aku berani untuk teriak memanggil namanya dan berkata bahwa aku telah mengejarmu sejauh ini. 
Alit Susanto : "Banyak orang yang bisa mencintai tanpa alasan. Tapi sedikit orang yang bisa bertahan saat mencintai tanpa balasan."
Herannya, aku masih merasa bahwa ini belum berakhir
Harus berapa kali lagi aku terjatuh? 
Harus berapa banyak lagi jarak yang aku tempuh untuk mengejarmu?
Harus berapa lama lagi aku mengejarmu? 
Semua pertanyaan itu mungkin memang tidak bisa terjawab karena aku hanya berlari dibelakangnya tanpa bersuara sedikitpun. Aku tau dan sadar akan keegoisanku ini.
Aku masih bisa bertahanKarena aku berdiri lagi dan kemudian berjalan kearahmu. Ya kali ini aku berjalan. Aku berharap ada keajaiban yang datang, untuk bisa menyadarkan kamu agar dapat menoleh ke arahku. Tapi aku tidak tau benar sampai kapan aku terus bertahan mengejar cinta seperti ini. Sempat terlintas dalam pikiranku “Seandainya ada seseorang yang menarik aku untuk stop berlari mengejarnya dan orang itu adalah kamu. Kamu yang pernah aku temui ketika aku berjalan pada jalur lain. Aku akan berhenti dan berjalan bersamamu” 

No comments: