Pengalaman terasik

Desember 14, 2014

Niat dari malem: pasang alarm, bangun pagi jam 4 belajar buat presentasi, dan harus sampai kampus jam 6.30 buat sharing materi bareng.
Kenyataannya...
Trooooootttttt trooooottttt *alarm berbunyi jam 4 pagi*
Mata masih tertutup rapat dan tangan mencari-cari alarm hp, kemudian dismiss.
Dua jam kemudian, sekitar jam 6 baru tersadar bahwa niat tadi malem FAIL
 Sampai dikampus sekitar jam 7 dengan situasi masih sepi. Perlahan situasi kampus mulai ramai tapi sama sekali gak ada niat buat sharing materi, yang ada malah rasa kantuk menghampiri pagi itu.
Oke! Pembukaan dimulai jam 7.30 lewat beberapa menit, dag-dig-dug mulai menghampiri. Pembukaan diisi dengan mengisi kuisioner yang nantinya akan jadi bahan wawancara. Selanjutnya peserta diharapkan menunggu diluar sampai namanya disebut untuk melakukan test.
Oh iya! Dari tadi ngomongin materi sama test, jadi hari Jumat kemarin tanggal 12 Desember ada test rekruitment asisten laboratorium teknik industri lanjut gitu dan gue adalah salah satu pesertanya. Lanjut lagi ke situasi test rekruitment..
Test ini dibagi jadi beberapa tahap yaitu tahap presentasi (tutor), tahap wawancara dengan asisten dan tahap wawancara dengan dosen atau staff. Ekspektasi gue, test dilakukan secara berurutan walaupun dipanggil secara random. Tapi kenyataannya semua test dilakukan secara random. Huft.
Kelompok pertama (tiga orang pertama) yang mengikuti test dari masing-masing tahap dipanggil, dan mereka melakukan test yang disuruh asisten. Beberapa menit kemudian kelompok kedua yang dipanggil mempersiapkan diri, setelah kelompok pertama selesai. Kelompok pertama yang telah menghadapi satu test tersebut, keluar dengan muka yang tidak terkontrol (yang menggambarkan ketegangan mereka diruang test) *entahlah ini beneran atau gue yang membahasnya terlalu berlebihan*
Begitu seterusnya deh sampai semuanya selesai.
Gue masuk dalam kelompok keempat dan gue adalah orang pertama yang melakukan test tutor di kelompok itu. Oh no man!
Test tutor itu adalah kondisi saat praktikum, dimana gue mempraktikan diri sebagai asisten lab. yang sedang presentasi materi sedangkan asisten sesungguhnya bersandiwara sebagai peserta praktikum (praktikan). Saat diruang test tutor, perasaannya campur aduk yang kemudian menghasilkan keringet. Cuurrrrrr~
Saat menjelaskan materi, ada aja hal-hal konyol. Mulai dari praktikan yang telat, praktikan yang berisik saat praktikum berlangsung, atau apalah~
Harusnya ketika praktian melakukan hal-hal seperti itu, gue harus bisa mengatasinya dengan memberi nasehat atau marah. Tapi nyatanya? Gue malah keseringan ketawa didalem sana. Huft..
Contohnya: Saat gue mulai tutor..
Pada saat slide sejarah tentang program dinamis yang menampilkan foto Richard Bellman, dengan spontan ada salah satu orang bilang "wah, masih muda.. ganteng yah.." (-_-")
Slide berikutnya tentang pendekatan program dinamis yang menjelaskan tentang pendekatan maju dan pendekatan mundur.
"Oke, ada yang tau apa itu pendekatan maju mundur?" | "Syahrini kak! Maju mundur cantik~!" | YAILAH!
dan ada slide yang bikin malu banget,
"kak, kok itu datanya beda sama studi kasus?" | mana? *kaget dan dalem hati bilang kampretttt!* | "itu kak." *tunjuk kesalahannya* | gue hanya bisa ketawa ngajak sambil bilang dalem hati 'bodoh lu ron.'
Saat perhitungan manual mundur karena data yang dimasukkan berbeda dengan studi kasus. Huft. Sampe dibilang "wah kakaknya copas, berarti saya boleh copas laporan akhir dong." *dalam hati* #terserahdeh
Test tutor dah selesai, lanjut ke wawancara dosen dan staff. Menurut gue ini bagian test paling kalem, walaupun guenya gak kalem pas diwawancara.
Disuruh memperkenalkan diri, deskripsiin keluarga, alasan mau masuk laboratorium tersebut, dan lain-lain. Dan pertanyaan yang paling 'yailah' adalah...
Kamu udah punya pacar? | belom, bu. | bener? | bener, bu. *spontan gue lanjutin dengan* Tapi gebetan banyak | langsung deh pada ketawa..
Padahal niatan gue ngomong itu dalem hati, tapi malah keceplosan.. YAILAH RON!
Singkat cerita, langsung lanjut ke test wawancara dengan para asisten laboratorium lanjut. Menurut gue, test paling asik walaupun jawaban gue begitu deh..
Gue menyatakan bahwa diri gue lucu, kemudian disuruh stand up. Bukan stand up comedy loh, tapi stand up dalam bahasa Indonesia yang berarti berdiri. Ya, gue cuma disuruh berdiri dan duduk lagi.
Ditambah lagi ada asisten yang menyarankan gue buat tulis pengalaman hari itu di dalam blog..
Dan beginilah hasilnya..
Sama kayak jodoh yang sudah Tuhan atur, diterima atau engganya biar Tuhan yang atur. *ciyeeelah #okeskip
Terima kasih buat semua crew laboratorium teknik industri lanjut atas snacknya *eh maksudnya* atas pengalaman ini, ditunggu hasilnya~

You Might Also Like

0 comments

Thank you for reading :)
Silahkan berikan komentar kalian setelah membaca postingan ini! (Tidak mengandung unsur SARA)
No SPAM!

Popular Posts

Ayo Absen di 'Buku Tamu' ini!

Instagram @sukasukasharon

Subscribe